18 Desember 2008

kembali berpuisi

1. Takut

Saya merasa awam
Kota selalu bingar
Hidup makin lebar

Saya mati diterkam jahanam

Kota ini racun,

malaikat

Pencabut nyawa. Tinggalkanlah!

14-08

2. Kado Terindah

Kotak merah pertanda cinta darimu
Telah aku buang ke tong maksiat

14-08

3. Relawan

Saya jalan tertatih
Menyusuri ruas bambu yang menjalang

Saya tetap jalan
Saya tetap hirup
Saya tetap tertatih

Saya berhasil gagal?
Akh, kau pasti bercanda.

14-08

4. Senyum

Wanita berseragam putih berbaris
Tiga orang tanggal di depan meja

Wanita berseragam putih maju

Menit berlalu
Detik berlalu

Wanita berseragam putih maju

Tahun berlalu
Bulan berlalu

Seragam putih mulai layu,

kuning

Ditinggal tiga orang yang tanggal

14-08

5. Satu per satu

Rinai dan derik melaju satu per satu

Hujan lebih dulu

Derik ikut berlalu
bersamanya

dengan langkah tergegap, rinai mencuri
Derik melampaui senyumnya

Mereka melaju satu per satu melawan sendiri

Sendiri dan kesendirian.

14-08

6. Bangkit

Biru adalah santun dari segala kehidupan
Biru adalah noda baik dari segala ketertindasan

Biru
Rona
Biru
Noda

Biru adalah bangkit dari kemurakan
Biru adalah noda dari separuh Rahwana.

14-08

7. ABC

adalah omong kosong
adalah kebualan

adalah kebaikan yang tersekap

14-08

8. Khatulistiwa

Pandang bukit yang melebar dari arah depan

14-08

9. Satu

Bhineka tidak dilihat dari sisi mendekat
Bhineka hanya lihat kejauhan

Sayat tajam pergaulan membuat rintih kegalauan

Bungah senjata mempermainkan asa kita,
Saudara.

Apa kau taktertantang?

14-08

10. Keanehan

Kata membongkar kata
Kata mengekang kata

Akh, saya takpeduli dengan nasib makna.

14-08

Tidak ada komentar: