1. Takut
Saya merasa awam
Kota selalu bingar
Hidup makin lebar
Saya mati diterkam jahanam
Kota ini racun,
malaikat
Pencabut nyawa. Tinggalkanlah!
14-08
2. Kado Terindah
Kotak merah pertanda cinta darimu
Telah aku buang ke tong maksiat
14-08
3. Relawan
Saya jalan tertatih
Menyusuri ruas bambu yang menjalang
Saya tetap jalan
Saya tetap hirup
Saya tetap tertatih
Saya berhasil gagal?
Akh, kau pasti bercanda.
14-08
4. Senyum
Wanita berseragam putih berbaris
Tiga orang tanggal di depan meja
Wanita berseragam putih maju
Menit berlalu
Detik berlalu
Wanita berseragam putih maju
Tahun berlalu
Bulan berlalu
Seragam putih mulai layu,
kuning
Ditinggal tiga orang yang tanggal
14-08
5. Satu per satu
Rinai dan derik melaju satu per satu
Hujan lebih dulu
Derik ikut berlalu
bersamanya
dengan langkah tergegap, rinai mencuri
Derik melampaui senyumnya
Mereka melaju satu per satu melawan sendiri
Sendiri dan kesendirian.
14-08
6. Bangkit
Biru adalah santun dari segala kehidupan
Biru adalah noda baik dari segala ketertindasan
Biru
Rona
Biru
Noda
Biru adalah bangkit dari kemurakan
Biru adalah noda dari separuh Rahwana.
14-08
7. ABC
adalah omong kosong
adalah kebualan
adalah kebaikan yang tersekap
14-08
8. Khatulistiwa
Pandang bukit yang melebar dari arah depan
14-08
9. Satu
Bhineka tidak dilihat dari sisi mendekat
Bhineka hanya lihat kejauhan
Sayat tajam pergaulan membuat rintih kegalauan
Bungah senjata mempermainkan asa kita,
Saudara.
Apa kau taktertantang?
14-08
10. Keanehan
Kata membongkar kata
Kata mengekang kata
Akh, saya takpeduli dengan nasib makna.
14-08
18 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar